Sabtu, 18 Oktober 2014

10 Jenis Festival yang Paling Unik dan Aneh dari Seluruh Dunia

10 Jenis Festival yang Paling Unik dan Aneh dari Seluruh Dunia
Paling Woow —  Bisa dipastikan jika setiap negara memiliki budaya dan tradisi yang tidak hanya berbeda, akan tetapi juga patut untuk dinikmati. Khususnya bagi Anda yang suka berpetualang dan menikmati keanekaragaman budaya di berbagai tempat di dunia, berikut adalah sepuluh jenis festival yang paling unik dan aneh dari seluruh dunia. Penasaran? Yuk kita simak bersama!

1. Festival 'pura-pura mati', Spanyol
Festival 'pura-pura mati', Spanyol
Pernahkah Anda melakukan perayaan pura-pura mati? Jika belum, Anda harus tahu festival unik ini. La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme merupakan event tahunan yang diadakan di Las Nieves, kota kecil di bagian barat laut Spanyol. Ritual pura-pura mati ini telah menjadi bagian dari budaya lokal di Las Nieves.

Selama berabad-abad, gereja Katolik tak dapat sepenuhnya mengintegrasikan ajaran mereka di Las Nieves. Sebagian besar penduduk masih percaya penyihir dan roh jahat dalam kehidupan spiritual mereka. Maka, festival unik ini adalah salah satu upaya gereja untuk beradaptasi dengan budaya lokal masyarakat.

La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme digelar pada tanggal 29 Juli setiap tahun, seperti dilansir Odditycentral.com. Beberapa orang akan ditidurkan dalam peti mati dan kemudian diarak keliling kota. Mereka bahkan berakting seolah-olah telah meninggal. Bisa Anda bayangkan?

Festival unik ini berhasil menarik ribuan pengunjung. Mereka mulai memadati jalanan Les Nieves sejak pukul 10 pagi, demi menyaksikan arak-arakan peti mati.

2. Oktoberfest, Jerman
Oktoberfest, Jerman
Oktoberfest merupakan festival rakyat terbesar di dunia yang diadakan setiap tahun di Munich, Bayern, Jerman. Festival yang berlangsung selama 16 hari ini diselenggarakan pada akhir September hingga minggu pertama di bulan Oktober. Pada tahun 2012, tercatat lebih dari 6 juta orang dari seluruh dunia menghadiri festival tersebut.

Akan tetapi, penduduk setempat lebih sering menyebut festival ini dengan istilah die Wies'n yang diambil dari kata Theresienwiese, sebuah ruang terbuka yang biasa digunakan untuk menggelar Oktoberfest di dekat pusat kota Munich. Oktoberfest merupakan bagian penting dari budaya Bayern, yang telah berlangsung sejak tahun 1810. Tahun ini, Oktoberfest digelar mulai dari hari Sabtu, 21 September sampai Minggu, 6 Oktober.

Awalnya, Oktoberfest hanya dirayakan selama 16 hari, mulai dari akhir September sampai Minggu pertama di bulan Oktober. Namun, pada tahun 1994, jadwal Oktoberfest diubah untuk menanggapi reunifikasi Jerman sehingga jika hari Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 1 atau 2, festival ini akan diadakan hingga 3 Oktober (Hari Persatuan Jerman). Dengan demikian, festival ini akan digelar selama 17 hari, ketika Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 2 dan 18 hari ketika Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 1.

Jadi selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai makanan tradisional khas Bayern seperti Hendl (ayam), Schweinebraten(babi panggang), Schweinshaxe (ham panggang), Steckerlfisch (ikan panggang), Wuerstl (sosis) bersama dengan Brezeln(pretzel), Knoedel (mi keju), Käsespätzle ( mie keju ), Reiberdatschi (panekuk kentang), Sauerkraut atau Rotkohl / Blaukraut (kubis merah) bersama dengan makanan lezat seperti Obatzda (keju yang dibumbui) dan Weisswurst (sosis putih).

Tradisi Oktoberfest berawal dari kisah Putra Mahkota Ludwig yang diangkat menjadi Raja Ludwig I dan menikahi Putri Therese dari Sachsen-Hildburghausen pada 12 Oktober 1810. Warga Munich kemudian diundang untuk menghadiri perayaan yang diadakan di depan gerbang kota untuk merayakan acara pernikahan kerajaan. Ruang terbuka yang dipakai untuk menggelar pesta rakyat tersebut lalu diberi nama Theresienwiese (padang rumput Theresa) untuk menghormati Putri Mahkota.

Untuk memeriahkan acara tersebut, diadakan pula sebuah acara pacuan kuda yang dihelat di hadapan keluarga kerajaan untuk menandai penutupan acara tersebut. Keputusan untuk mengulangi acara pacuan kuda di tahun berikutnya itu yang memunculkan tradisi Oktoberfest.

Pada tahun 1960, Oktoberfest telah berubah menjadi sebuah festival besar yang terkenal di dunia. Selama festival berlangsung, pengunjung pria biasanya mengenakan Sennerhut (topi) dan Lederhosen (celana kulit), dan para wanita umumnya memakai pakaian tradisional Jerman yang disebut Dirndl.

3. Fasnacht, Swiss
Fasnacht, Swiss
Fasnacht adalah karnaval terbesar di Swiss yang berlangsung setiap tahun antara bulan Februari dan Maret di Basel. Karnaval ini juga telah terdaftar sebagai satu dari lima puluh perayaan lokal paling terkenal di Eropa.

Seperti dilansir CNN, Fasnacht dimeriahkan dengan beragam acara seperti parade jalanan, pesta kostum dan pesta pora hingga fajar menjelang. Karnaval yang juga sering disebut Karnaval Basel itu biasanya dimulai pukul 4 pagi pada hari Senin.

Ketika itu, seluruh kota jatuh ke dalam kegelapan. Para penabuh drum dan peniup bagpipe mulai memainkan lagu abad pertengahan dan berbaris mengelilingi kota, yang hanya dipandu dengan lentera buatan tangan. Alunan musik akan memenuhi seluruh kota hingga fajar menghilang.

Lentera menjadi ciri khas dari Fasnacht. Ketika perayaan unik ini berlangsung, lentera-lentera megah setinggi 6 meter diarak keliling kota. Setiap lentera bisa menampilkan berbagai tema seperti politik atau sosial.

Fasnacht juga dikenal sebagai satu-satunya karnaval umat Protestan di dunia. Lebih dari 200 lentera akan dipamerkan di bawah katedral Protestan selama karnaval berlangsung. Ketika berjalan di antara lentera-lentera tersebut, Anda mungkin merasa seolah-olah Anda sedang berjalan melewati sebuah museum seni terbuka.

Selain lentera, Fasnacht juga memiliki kejutan lain bagi mereka yang menonton perayaan unik tersebut, yakni serangan confetti (potongan kertas). Seorang berkostum unik akan menangkap penonton yang melihat pertunjukan itu di jalan dan kemudian menghujaninya dengan confetti. Setelah pesta selesai, tukang sapu jalan bisa mengumpulkan sekitar 300 ton serpihan kertas dari sisa perayaan tersebut.

4. Up Helly Aa, Skotlandia
Up Helly Aa, Skotlandia
Pada setiap tahun, ribuan warga Skotlandia berkumpul untuk merayakan festival api bangsa Viking yang disebut Up Helly Aa. Festival ini digelar di Lerwick di Pulau Shetland, Skotlandia, untuk menghormati warisan budaya dari bangsa Viking.

Perayaan tahunan ini dirayakan dengan memakai kostum Viking, parade obor dan pembakaran perahu Viking. Setidaknya ada 5.000 wisatawan yang datang untuk menonton lebih dari 1.000 orang yang memakai kostum Viking membawa obor, tameng, helm, kapak dan perisai.

Ketika orang-orang mulai melemparkan obor mereka ke dalam api. Seluruh penonton menyanyikan lagu-lagu Viking dan pesta berlangsung terus sampai api padam.

Pulau Shetland di Skotlandia menyimpan banyak warisan bangsa Viking. Setelah Perang Napoleon, Lerwick menjadi rumah bagi para tentara dan pelaut. Up Helly Aa dirayakan secara resmi pertama kali pada tahun 1880 dan berlangsung hingga sekarang.

5. Festival gajah, India
Festival gajah, India
Di beberapa negara, gajah digambarkan sebagai hewan magis yang membawa berkah. Bahkan tak jarang, hewan raksasa ini dijadikan sahabat para manusia. Tak terkecuali di India.

Festival gajah adalah wujud rasa terima kasih yang dihaturkan penduduk kota Jaipur di negara bagian Rajasthan, India, terhadap para gajah. Perayaan ini biasanya diadakan tepat pada perayaan Holi yang jatuh pada bulan Maret.

Festival gajah dimulai dengan prosesi mendandani gajah, unta, kuda dan penari. Antusiasme warga terlihat dari hasil corat-coret mereka pada tubuh gajah.

Para pemilik gajah akan memakaikan warna-warna cerah, jhools (kain pelana) dan perhiasan berat pada gajah mereka. Bahkan, gajah betina sering dipasangi gelang kaki agar derap kaki mereka berbunyi. Lucunya!

Festival ini biasanya diisi dengan berbagai acara seru seperti polo gajah, balap gajah, dan juga tarik tambang dengan gajah.

6. Karapan sapi
Karapan sapi
Indonesia memiliki banyak festival unik Salah satunya adalah karapan sapi. Karapan sapi merupakan lomba pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Seperti dilansir wikipedia.org, trek pacuan biasanya sekitar 100 meter dan berlangsung selama 10 detik sampai satu menit. Beberapa tempat di Madura akan menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun.

7. Gulat unta, Turki
Gulat unta, Turki
Gulat unta adalah olahraga tradisional yang sangat populer di pantai barat Turki, di mana para unta jantan dari desa lokal setempat diadu di sebuah stadion.

Tradisi kuno ini sangat populer di kalangan warga Turki. Sebelum bertanding, unta-unta itu dihiasi terlebih dulu dengan kain bercorak, pelana yang diukir, dan lonceng. Acara gulat unta biasanya juga disertai dengan musik dan tari.

Bukan hanya untanya yang dihias, para pemilik unta juga berdandan dengan memakai topi, syal, jaket, celana dan sepatu bot. Pada malam sebelum turnamen, panitia menggelar sebuah pesta untuk para pemilik unta dan pecinta gulat di mana mereka bisa bertemu teman-teman baru dan kenalan lama sembari menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan.

Seperti dilansir amusingplanet.com, masalah terbesar yang dihadapi dalam gulat unta adalah cara meyakinkan para unta untuk mau melawan satu sama lain. Unta tidak dilahirkan untuk bertarung antara sesama mereka. Maka jangan heran, jika gulat unta jadi lebih mirip acara komedi yang dilakukan oleh para unta.

Festival ini biasanya diselenggarakan selama musim kawin - ketika unta jantan sangat ingin memenangkan perhatian dari betina. Untuk membuat unta jantan bergulat, seekor unta betina akan dipertontonkan untuk menarik perhatiannya. Kadang-kadang, ada pula unta yang lari dari arena sehingga kemudian lawannya dinyatakan sebagai pemenang. Pertandingan yang berlangsung tidak lebih dari 10 menit ini juga tidak meninggalkan cedera serius pada tubuh unta.

Pertandingan berlangsung tidak lebih dari 10 menit masing-masing, dan biasanya hakim poin penghargaan kepada hewan untuk gaya, alih-alih menunggu cedera serius. Tradisi gulat unta sendiri berasal dari budaya suku-suku Turki yang telah berusia lebih dari 2.400 tahun.

8. Twins Days, Amerika Serikat
Twins Days, Amerika Serikat
Twins Days adalah festival tahunan yang diselenggarakan untuk para orang kembar setiap bulan Agustus di pinggiran Cleveland Twinsburg, Ohio, Amerika Serikat.

Ini adalah salah satu pertemuan orang kembar terbesar di dunia dengan sekitar 3.000 pasangan menghadiri event tersebut setiap tahunnya. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti makan-makan, hiburan, turnamen golf, parade orang kembar, pertunjukan bakat, kontes dan masih banyak lagi.

Seperti dilansir amusingplanet.com, Twins Days awalnya dimulai pada tahun 1976 dengan hanya diikuti oleh 37 pasang orang kembar. Festival ini kemudian terus berkembang setiap tahunnya dan akhirnya menjadi pertemuan orang kembar terbesar di dunia.

Ribuan fraternal, kembar identik, kembar tiga, dan kelipatan lain, berkumpul di Twinsburg setiap tahun. Twinsburg adalah nama yang diambil setelah sepasang kembar identik bernama Moses dan Aaron Wilcox pada tahun 1819 menghibahkan 6 hektar tanah mereka untuk lapangan umum kota jika warga sepakat untuk mengubah nama kota tersebut menjadi Twinsburg . Oleh karenanya, kota Millsville pun namanya diubah menjadi Twinsburg.

Moses dan Aaron Wilcox dikenal sangat identik dan hanya teman-teman terdekat mereka saja yang bisa membedakan mereka. Mereka juga telah menjadi mitra bisnis seumur hidup, mengelola properti yang sama, menikahi sepasang wanita kembar, memiliki jumlah anak yang sama, terjangkit penyakit fatal yang sama dan meninggal bersama. Mereka kemudian dimakamkan di makam yang sama di Twinsburg yang berlokasi di Locust Grove Cemetery.

9. Festival Bunga Chiang Mai, Thailand
Festival Bunga Chiang Mai, Thailand
Chiang Mai, Thailand, dikenal sebagai kota mawar. terutama Februari, ketika bunga ini mencapai musim mekarnya. Karena itulah, setiap pekan pertama Februari, Festival Bunga Chiang Mai dibuka. Kota Chiang Mai akan dipenuhi bunga, terutama chrysanthemum kuning putih dan mawar damask, spesies yang hanya ditemukan di Chiang Mai. Fokus utama festival terdapat di Taman Suan Buak Haad. Area sekitar taman ditutup untuk kendaraan bermotor, diganti deretan penjual bunga.

10. Festival Abu Simbel, Mesir
Festival Abu Simbel, Mesir
Festival Abu Simbel merupakan perayaan kombinasi usaha manusia dan fenomena alam yang menyediakan salah satu pemandangan paling spektakuler di dunia. Ini merayakan Ramses II presisi dan egoisme arsitektur, yang hati-hati miring pelipisnya di Abu Simbel sehingga suci batin akan menyala dua kali dalam setahun - sekali pada ulang tahun naik ke takhta, dan sekali pada hari ulang tahunnya.

Sebagaimana dilansir hellotravel.com, dari beberapa bangunan Raja Ramses II yang dibangun, Abu Simbel dianggap paling mengesankan. Kuil Sun telah duduk di sepanjang tepi Niles sejak 1250 SM di Mesir selatan, diukir ke tebing batu pasir menghadap ke arah timur.

Selama Festival Abu Simbel berlangsung akan banyak orang memadati kuil saat matahari terbit untuk menonton poros cahaya merayap di batu, menerangi patung Ramses, Ra dan Amun. Hal pertama yang datang ke dalam pemberitahuan adalah fasad candi dengan empat patung kolosal setinggi 108 meter dari Ramses menjaga jalan masuk, yang mengarah ke aula besar memisahkan menjadi dua kamar treasury kecil. 

Selanjutnya ke dalam labirin ini akan membawa Anda ke ruang Hypostyle diisi dengan pilar berbunga dan adegan keluarga Raja. Setelah itu mereka akan bergabung dalam perayaan di luar musik, menari, makan, minum, pasar dan menyenangkan. Festival Abu Simbel adalah suatu festival yang sangat signifikan dan unik yang digelar di kuil Abu Simbel, Mesir.

Jadi itulah sepuluh jenis festival yang paling unik dan aneh dari seluruh dunia. Sepertinya festival yang sangat unik dan aneh ini sayang sekali jika anda lewatkan.


Read more: http://www.palingwoow.com/2013/11/10-jenis-festival-yang-paling-unik-dan.html#ixzz3GZJFkb2N
Under Creative Commons License: Attribution
Follow us: @ayutingtingid on Twitter

3 komentar: